Ø Contoh Kasus
Ø Pembahasan
Pada prinsipnya, dengan Sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat 'machine fault' dll. Di negara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan (service) untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory, dsb.
Ø Pertimbangan Mengunakan ERP
Ø Komponen Biaya
Ø Hidden Cost
Ø 3 Syarat Sukses Memilih ERP
o Knowledge tanpa experience menyebabkan orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan
o Experience tanpa knowledge bisa menyebabkan terulangnya atau terakumulasinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak dibekali dengan pemahaman yang cukup
o Ada struktur proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memilih ERP
o Proses seleksi tidak harus selalu rumit agar efektif. Yang penting organized, focused dan simple
o Proses seleksi ini biasanya berkisar antara 5-6 bulan sejak dimulai hingga penandatanganan order pembelian ERP
Ø Implementasi ERP
Poin-poin yang bisa digunakan sebagai pedoman pada
saat implementasi ERP:
saat implementasi ERP:
• ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan
• ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan
• Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP. Gunakan metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya
Ø Kegagalan ERP biasanya ditandai hal-hal berikut
o Kurangnya komitmen top management
o Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis)
o Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan)
o Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
o Kurangnya ‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan
o Kesalahan penghitungan waktu implementasi
o Tidak cocoknya software dengan business process
o Kurangnya training dan pembelajaran
o Cacatnya project design & management
o Kurangnya komunikasi
o Saran penghematan yang menyesatkan
Ø Software ERP
Ø Process Flows, Systems and Access with ERP
Ø Skema Integrasi
Ø Kelebihan ERP









0 komentar:
Posting Komentar